Hari itu, kamu membuat pertahananku runtuh. Aku yang selama ini berusaha untuk mempertahankan hubungan, mencoba untuk membangun kesetiaan, merajut kasih bersama. Lenyap seketika, ketika dirimu berucap bahwa tak lagi menaruh rasa padaku. Ketidaknyamanan atas diriku, kamu jadikan alasan untuk beralih rasa kepada lainnya. Entah ini salah siapa, aku yang tak mengerti dirimu atau kamu yang memang selalu tak merasa puas dengan pasanganmu. Lidahku keluh saat itu, bahkan untuk mendengar alasanmu rasanya telingaku sudah bebal. Bagaimana bisa, beberapa hari sebelumnya kita masih bisa tertawa bersama tanpa ada masalah. Lalu tiba-tiba kabar itu muncul senter dari mulutmu. Tak bisa ku menduga atas sikapmu, bukan karena ku mencari pembelaan atas sikapku yang membuatmu menjadi tak nyaman. Tapi bukankah ketidaknyamanan tidak bisa dijadikan pembenaran atas cheating dengan orang lain. Sejak kapan? Bagaimana? Kenapa? Dengan siapa? Ada banyak sekali pertanyaan bergemuruh di otak dan...
"You dont have to make everyone happy, just make yourself happy in your own way"