Langsung ke konten utama

Postingan

Sad Story

  Sabtu ini, ku kira akan ada sinar baru yang mewarnai sudut hatiku. Aku bertemu denganmu dengan seutuhnya perasaan terbaikku. Kamu bertanya ke mana arah perjalanan kita berlabuh. Aku pun tak tahu, biarkan angin yang membawa kita jauh berkelana. Perjalanan demi perjalanan usai, langkah kita terhenti pada jejeran bakau di tepi pantai. Kita berjalan menyusuri setapak yang di sisi kiri dan kanan hanya berjumpa dengan hewan-hewan kecil penghuni tumbuhan bakau. Tawa renyah masih terukir di bibir manis kita, hingga tak terasa perjalanan mengantarkan langkah kita di ujung pintu. Kita makan dan bercengkerama hampir 30 menit lamanya. Ada yang ingin ku ceritakan padamu, aku senang dengan pertemuan kita. Aku bisa meluapkan seluruh ocehanku yang melebihi kicauan pipit di pagi hari.   Waktu mengantarkan kita pada pukul satu siang. Tepat di sekitar rentetan bakau, kita temui tempat peristirahatan yang menyerukan. Ada tempat pemancingan ikan disana. Entah ini yang kesekian kalinya aku meng...
Postingan terbaru

Di Sudut Kenangan

Hari itu, kamu membuat pertahananku runtuh. Aku yang selama ini berusaha untuk mempertahankan hubungan, mencoba untuk membangun kesetiaan, merajut kasih bersama. Lenyap seketika, ketika dirimu berucap bahwa tak lagi menaruh rasa padaku. Ketidaknyamanan atas diriku, kamu jadikan alasan untuk beralih rasa kepada lainnya. Entah ini salah siapa, aku yang tak mengerti dirimu atau kamu yang memang selalu tak merasa puas dengan pasanganmu.   Lidahku keluh saat itu, bahkan untuk mendengar alasanmu rasanya telingaku sudah bebal. Bagaimana bisa, beberapa hari sebelumnya kita masih bisa tertawa bersama tanpa ada masalah. Lalu tiba-tiba kabar itu muncul senter dari mulutmu. Tak bisa ku menduga atas sikapmu, bukan karena ku mencari pembelaan atas sikapku yang membuatmu menjadi tak nyaman.   Tapi bukankah ketidaknyamanan tidak bisa dijadikan pembenaran atas cheating dengan orang lain. Sejak kapan? Bagaimana? Kenapa? Dengan siapa? Ada banyak sekali pertanyaan bergemuruh di otak dan...

Coretan Usang

Cie Flashback ciee, ini tulisan sudah dulu banget, waktu masih mengenakan putih abu-abu. Apalah dayaku yang sekarang sudah kepala dua, semoga tulisan ini mampu bermanfaat bagi sesama, dan maaf bila ada salah kata. Asingkan Tikus Berdasi itu ! Salam sejahtera bagi kita semua, perkenalkan nama saya Choiriyah Sapta Agustina. Saya adalah siswi kelas X IPA di salah satu SMA Lamongan. Sebelum saya mengutarakan segala unek-unek saya. Perkenankan saya untuk mengutarakan satu pertanyaan saja, khususnya untuk para pejabat negara. Adakah perbedaan antara Indonesia sekarang dan Indonesia yang dulu ? Mungkin bapak, ibu sekalian akan menjawab, tentu ada. Indonesia yang sekarang itu lebih .... bla .. bla ..bla. jawaban itu ditinjau dari segi apa pak ? apa bapak tidak pernah menengok tangan-tangan panjang itu menggerogoti Indonesia kita. Para tikus berdasi itu pak, dengan tenangnya memanjakan diri mereka dengan kelimpahan harta, yang seharusnya bukanlah hak mereka. Atau memang bapak...

Muara Di atas Muara

M uara Di atas Muara (Choiriyah Sapta Agustina)   “ Seperti muara yang menyeruak senja, di sudut ria selalu ada sesimpul tawa. Takkan ada lelah mengurai kata, untukmu muara di atas muara”             Setiap manusia terlahir dari muara yang sempurna , atas kehendak D zat yang lagi Maha Sempurna. Muara, tempat dimana sebarang hati meleraikan rasa. Tak peduli siang-malam, hitam-putih, canda ataupun duka. Di sana ada cinta yang mekar merona bak seonggok mawar merekah. Muara laksana sosok ibu, lembur tuturnya menjuntai cakrawala. Ibu mampu menumbuh-kembangkan makna dan euforia dari sebuah kata cinta. Meski jarak terkadang menjadi jurang pemisah tersampaikannya cinta.             Tiga puluh hari tak mengadakan perjamuan rindu. Daksa ini khawatir rindu semakin kaku dan tak bisa dinikmati dengan hangat meski dalam dekat lekat. Ingin aku pulang ke dalam rengkuhan s...

Beasiswa DataPrint

BEASISWA DATAPRINT (Post by Choiriyah Sapta Agustina) Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun ketujuh. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2016, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1500 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya. Di tahun 2017 sebanyak 400 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 400 ribu, Rp 600 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta. Di tahun 2017 ini  ada hadiah khusus juga loh untuk 5 orang peserta yang...

My Everything

My Everything By : Choiriyah Sapta Agustina   “Ibu, terima kasih atas semua kasihmu yang tak lekang oleh waktu. Tulus cintamu, mungkin tak mampu terbalaskan”             Sebait puisi diatas menggambarkan betapa bermaknanya sosok Ibu, wanita tegar yang selalu mengiringi langkah setiap anaknya. Semua yang ada pada diri seorang Ibu mampu menorehkan guratan cinta, kasih sayangnya bagaikan air mata yang bening tak ternoda. Di pundaknya lah jiwa-jiwa ini meleraikan segala lelah dan keluh kesah, hingga tiba saatnya lelah itu berbaur dalam dekapan hangatnya. Senyum manis selalu tersungging di bibir mungilnya itu, menebarkan sejuta kedamaian yang abadi. Ibuku adalah duniaku, yang menemaniku dalam setiap duka maupun tawa. Menatap wajahnya, membuatku selalu teringat kenangan-kenangan masa lalu. Memori yang tak mampu kulupakan, kembali terkuak dalam otak dan fikiranku. Tepat setahun yang lalu, Ibu dengan keberanian dan kekuata...